The Unforgiven, Lagu Bersekuel dari Metallica

612px-metallica_logosvg

Siapa yang tidak kenal dengan lagu Nothing Else Matters dari The Black Album, lagu super balada dan melodius dengan petikan gitar, rhythm, dan guitar solo Kirk Hammet yang harmonis. Lagu itu seakan mewakili warna musik Metallica yang tidak hanya mengandalkan musik Thrash-nya yang cepat dan agresif. Namun, di album itu juga ada sebuah lagu, yang tidak kalah slow dan emotional, yaitu The Unforgiven. Track nomor empat dari album Metallica tahun 1991 ini berkonsep sama dengan lagu ballad Metallica sebelumnya seperti Fade To Black (Album Ride The Lightning), Welcome Home (Sanitarium) (Album Master Of Puppets), dan One (Album …And Justice For All).

Satu hal yang menarik adalah Metallica tidak berhenti pada The Unforgiven itu saja, tetapi menggubah ‘Unforgiven-unforgiven’ lainnya. Yaitu The Unforgiven II pada Album ReLoad dan The Unforgiven III pada Album terakhir mereka, Death Magnetic. Meski ketiga-tiganya mengusung warna yang sama, tetapi ketiga lagu tersebut mempunyai makna yang berbeda.

The Unforgiven

Lagu ini dimulai dengan petikan gitar James Hetfield seperti halnya Nothing Else Matters. Satu menit kemudian suara vokalis Metallica yang thrashy itu langsung menghentak dengan iringan rhythm gitar yang berat. Ketika memasuki refrain, kita akan diperdengarkan dengan suara Jaymz yang clean dengan alunan melodi khas Mettalica. Kemudian di menit 3:50 an, Kirk Hammet membuat pendengar lagu tersebut ‘face-melted’ dengan melodi gitar yang tentu saja berbau tahun 90’an. Selanjutnya, refrain diulang-ulang sampai lagu tersebut fade-out, sehingga tidak memiliki bagian klimaks.

Lagu ini menceritakan tentang masa kecil dengan pengalaman – pengalaman negatif yang ditemui selama berada di lingkungan keluarga dan masyarakat. Ia menjadi orang yang dalam hidupnya tidak banyak membuat sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain. Pada akhirnya, ia menyesali kehidupan yang telah disia-siakannya selama ini. Dan menjuluki orang – orang di sekitarnya sebagai UNFORGIVEN, yang berarti ia tidak memaafkan mereka karena telah membuatnya memiliki hidup yang disesalinya.

Hal yang menarik terdapat pada kalimat terakhir chorus. Terjadi banyak perbedaan pendapat, ada yang mengatakan “I dub the unforgiven” dan ada yang mengatakan “I dub thee unforgiven”, yang tentu saja perbedaan itu memiliki makna yang berbeda. Jika yang benar adalah “I dub the unforgiven”, dapat berarti “Aku menjuluki sang tak termaafkan”, tetapi orang yang dimaksud tidak jelas. Dapat pula berarti “Aku dijuluki sang tak termaafkan”, namun jika demikian penulisan yang benar adalah ”I’m dubbed the unforgiven”, dan bertentangan dengan makna lagu yang telah diterangkan sebelumnya. Kemudian jika yang benar adalah “I dub thee unforgiven”, maknanya adalah “Aku menjuluki kalian sang tak termaafkan”. Jarang ada band Amerika yang memakai kata thee, tetapi jika kita melihat lirik – lirik lagu Metallica lainnya, banyak penggunaan kata tak lazim seperti ‘ye’ atau ‘thou’, sehingga mungkin saja versi lirik “I dub thee unforgiven” adalah yang benar.

Klik disini untuk melihat lirik The Unforgiven

The Unforgiven II

Berbeda dengan ‘kakaknya’, The Unforgiven II yang dirilis 7 tahun setelah The Unforgiven ini dimulai dengan gebrakan rhythm dua gitaris dan gebukan drum Lars Ulrich yang terasa heavy. Pada awal lagu, James menyanyi dengan suara dengan clean, namun thrashy pada refrain, sehingga berkebalikan dengan The Unforgiven. Tak ketinggalan sebelum akhir lagu, melodi Kirk menggema. Sebelum akhir lagu, klimaks lebih terasa dibandingkan tembang unforgiven sebelumnya.

Makna lagu ini adalah pertemuan dengan seseorang yang Ia rasa dapat menjadi tempat untuk berbagi beban dan masalah serta dapat memberikan harapan dalam hidupnya. Ketika Hetfield ditanya mengenai arti lagu ini, Ia berkata, “Forgiving no one and ending up alone” yang berarti tak memaafkan seorang pun dan berakhir dalam kesendirian. Sehingga dapat diketahui bahwa seseorang yang ditemuinya itupun menjadi orang yang tak termaafkan.

Klik disini untuk melihat lirik The Unforgiven II

The Unforgiven III

Dibuka dengan kolaborasi harmonis piano, biola dan trumpet, The Unforgiven III menawarkan suasana yang terasa sedikit beda. Dilanjutkan dengan permainan rhythm yang menghentak, dan mengiringi nyanyian sepanjang lagu ini. Meski James sudah ‘berumur’, Ia masih bisa membawakan lagu dengan ciri khasnya bernyanyi. Dibandingkan lagu unforgiven sebelumnya, The Unforgiven III lebih matang dalam struktur lagu dan dinamika, emosi lebih terasa karena dukungan simfoni sebagai backgroundnya.

Lagu ini menceritakan tentang bagaimana Ia memaafkan semua orang yang menyakiti dirinya dan kehidupannya. Ia menyadari dengan memaafkan, Ia dapat ketenangan dengan melepaskan kemarahan, kesedihan, dan kepahitan yang menghantui hidupnya hingga sekarang.

Klik disini untuk melihat lirik The Unforgiven III

~ by musicapedia on March 21, 2009.

2 Responses to “The Unforgiven, Lagu Bersekuel dari Metallica”

  1. gw suka banget nih Nothing Else Matters gk pernah bosen dengernya meskipun gak ngerti artinya apa😀

  2. Mantaf!! Saya sefendavat sob!!

    Kreeeennn!!!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: